Minggu, 08 Juni 2008

Siapkah menjadi Pewacana tarot?

Siapkah menjadi Pewacana Tarot?


Bila demikian, inilah kuncinya:

Seorang Pewacana Tarot atau Tarot Reader adalah seseorang yang memperoleh kewaskitaan melalui visualisasi perlambang media tarot.

Namun sekali lagi diingatkan, TAROT BUKAN ALAT RAMAL-MERAMAL yang bermuatan hocus pocus.

Perlu dimengerti, sesadar-sadarnya, bahwa setiap orang memiliki risiko hidup dan mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan pemberdayaan dirinya.

Tarot hanya alat yang handal untuk membantu menganalisis setiap pribadi yang menggelutinya, demikian pula sebagai analisis bagi setiap pribadi dalam bersosial.

Setiap orang memiliki kemampuan untuk menentukan masa depannya.

Setiap orang patut menerima apa yang diusahakannya dengan kekuatan kemauan dan kegigihannya dalam berusaha. Apapun alasannya, sesungguhnya keberhasilan itu dapat tercapai dengan 95% kerja keras, dan hanya 5% sebagai suatu mukjizat keberuntungan.

Tarot adalah jalan. Jalan itu tetap terentang jauh tak bertepi. Maka bagi seorang pengembara tidak pernah berhenti di pesanggrahan yang memukaunya.

Seorang pengembara harus tetap berjalan dan berjalan sampai ke tujuan di puncak sana.

TIP MEMBACA KARTU

TIP MEMBACA KARTU

Banyak cara untuk mengumpulkan pemahaman sebuah kartu. Cari dan gali seluas yang Anda mampu lakukan, mungkin malah pemahaman itu diperoleh melalui kesalahan-kesalahan yang Anda temui. Karena adakalanya beberapa cara dapat bekerja untuk beberapa pertanyaan. Atau mungkin beberapa cara hanya cocok untuk sebagian ragam jenis tarot.

Mewawancara.

Cermati kesan gambarnya dan ajukan berbagai pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut. Katakanlah Kendi Pertolo 7 pada Tarot Wayang.

Mengapa menyediakan air sebanyak 7 Kendi Pertolo? Bagaimana rasanya bila meminum air sebanyak 7 kendi? Apa peran Burisrawa dan tindakan apa yang dilakukannya dalam ceita pewayangan?

Kemudian Anda balik, kartu itu yang kini yang menanyaii Anda.

“Mengapa saya menyediakan 7 kendi air? Gunanya untuk apa? Kalau saya meminumnya sekali gus apa yang saya rasakan? Bila saya menjadi Burisrawa, tindakan-tindakan tercela yang bagaimana telah saya lakukan bagi lingkungan saya? Apakah saya sombong? Apakah saya suka menyombongkan diri? Banyak khayalan, bagai pungguk merindukan bulan?

Arus kesadaran.

Ikuti pesan-pesan bawah sadar Anda dengan melihat sekilas pada kartu tersebut dan kemudian mengatupkan mata. Biarkan mengalir kesan-kesan yang muncul dalam akal-budi (mind) Anda.

Meneliti perlambang.

Usahakan berikut ini Anda memusatkan perhatian paling sedikit pada tiga perlambang. Makna warna, sesuatu bentuk yang menyita perhatian. Apakah itu bentuk segi tiga, lingkaran, kesan burung, gunung, awan dan sebagainya.

Membaca pengalaman para ahli.

Setelah Anda bekerja dengan sebuah kartu dengan cara Anda yang sesuai dengan irama kepribadian Anda, tiba gilirannya Anda mengetahui pengalaman para ahli. Saya senmgaja letakkan topik ini pada pembicaraan kita kali ini, bukan karena ini menjadi suatu topik penting. Melainkan pada umumnya para pemula lebih mudah mengikuti jejak para pendahulunya, sebelum kepekaan dirinya sendiri mampu berkembang.

Perhatikan cara dia mewacanainya, mungkin dengan kartu tarot yang berbeda dengan Tarot Wayang, atau tarot yang Anda miliki saat ini. Apakah si pecana itu mempebi penekanan pada lambang-lambang tertentu?

Hanya saja Anda harus pahami, seorang ahli bukan lebih baik dari Anda. Tetapi tradisi mereka mewacana mungkin mungkin meluaskan wawasan suatu tebaran kartu yang justru memperkaya pengetahuan Anda. Mungkin mereka menggunakan cara-cara yang dikombinasi dengan astrologi, filsafat Jawa atau sistem-sistem yang masih asing bagi Anda atau mungkin Anda sudah kenali.